Senin, 19 Maret 2012

Pemerintah Yakin Pertumbuhan Ekonomi di 2012 Akan Tumbuh 6,5 persen.

Pemerintah menyakini pertumbuhan ekonomi di 2012 akan tumbuh 6,5 persen. Pertumbuhan tersebut  akan ditopang oleh sektor pertanian, industri pengolahan, konstruksi serta perdagangan, hotel dan restoran.

Hal ini diungkapkan oleh Plt Kepala kebijakan Fiskal Kementrian Keuangan Bambang Brodjonegoro, di gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/3/2012).

Lebih lanjut ia mengatakan sektor pertanian diperkirakan tumbuh sebesar 3,5 persen lebih rendah di bandingkan dengan perkiraan APBN 2012 sebesar 4,1 persen. Hal ini dikarenakan beberapa faktor yaitu cuaca, dan banyaknya gagal panen, konversi lahan.

Untuk industri pengolaan sendiri, sambungnya akan tumbuh sebesar 6,1 persen, jauh lebih tinggi dari perkiraan APBN 2012 sebesar 5,0 persen. Sementara pertumbuhan industri masih tinggi, hal ini dikarenakan investasi yang masih tinggi akibat Indonesia telah mencapai invesment grade.

Selain itu produksi Industri juga akan mulai tinggi karena investasi yang dilakukan pada tahun 2010 dan 2012 mulai melakukan produksi. Ditambah lagi program hilirisasi yang dilakukan pemerintah membuat banyak invetasi disektor hilir bertambah. “Banyak industri yang mulai produksi khususnya hilirisasi,” ujarnya

Begitu pula dengan konstruksi atau bangunan juga akan menunjukan kinerja cukup baik yaitu sebesar 7,0 persen lebih tinggi dibandingkan perkiraan APBN sebesar 6,5 persen. Meningkatnya sektor konstruksi ini, sejalan dengan pembangunan infrastruktur dilakukan oleh pemerintah baik dalam Masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI) serta infrastruktur dari APBN, dan pembangunan infrastruktur dari sektor swasta.

"Kita yakin akan banyak pembangunan yang akan terjadi di tahun ini,"tuturnya.

Untuk sektor pengangkutan dan komunikasi, lanjutnya kemungkinan akan ada penurunan. Untuk sektor pengangkutan akan sedikit turun akibat naiknya harga BBM. “Kalau telekomunikasi wajar saja turun, karena ada titik jenuh,” ungkapnya.

Sedang sektor listrik masih tetap tinggi, menurutnya dikarenakan pertumbuhan sektor listrik akan tumbuh 1,5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi.

Sumber: http://www.ekon.go.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar, saran, atau kritik Anda. Mohon tetap mengindahkan etika, tidak menyinggung SARA, Pornografi, serta SPAM. Apa yang ditulis oleh pengunjung sepenuhnya tanggung jawab pengunjung yang bersangkutan.Terima kasih.